Do Your Boring Stuff

Passion bukan tujuan akhir berupa taman bunga impian.

Mulai dari pidato Steve Jobs yang banyak ditukil dan seringkali keliru ditafsirkan itu, hingga buku-buku self-help book (yang juga konon terinspirasi dari Steve Jobs) awal 2010an, konon katanya, kalo kita kepengen bahagia tiap hari dalam menjalani hari-hari, “Do what you love!” yang sering dimaknai dengan “Bekerjalah sesuai passionmu”.

Emang iya?

Padahal, passion bukan tujuan akhir berupa taman bunga impian. Passion hanyalah kendaraan menuju tujuan yang kita semua tak tahu kapan, di mana, bagaimana akan bertambat.

Apakah dengan bekerja sesuai passion, lantas semua masalah hidupmu luruh berguguran? Apakah dunia yang membosankan dan sarat tuntutan ini bakal menjelma taman surga dengan bunga-bunga impian bermekaran sepanjang kamu berjalan di sekitarnya?

Mungkin, itu hanya surga di dalam kepalamu sendiri.

Memang, sejujurnya, bekerja sesuai passion itu nyenengin. Kapan lagi coba hobi kita dibayar?

Kapan lagi kita gak perlu bertingkah laku seperti bapak-bapak pegawai anu yang setiap hari kerjaannya ngibulin rakyat atau korporasi, alih-alih mengabdi dan mengayomi?

Lantas sebagai pelarian, di akhir pekan orang-orang semacam itu merasa harus melakukan kegiatan komunal berupa memancing ikan seharian di kolam galatama bersama teman satu grup mancing demi menjalin relasi, atau sampai-sampai mereka harus memelihara burung kenari demi meluruhkan stres karena merasa gak punya passion, punyanya uang doang tapi gak mau ketauan sama anak istri kalo punya persenan banyak?

Tapi… tunggu dulu, hidup tak seindah taman surga. Jika roda kehidupan masih bergulir dan kita masih berkeinginan untuk dapat hidup lebih baik dari saat ini, sudah pasti kita bakalan terus berhadapan dengan masalah hidup yang lebih baru, lebih mutakhir lagi, begitu terus, termasuk dalam perkara bekerja sesuai passion.

Passion bukanlah happy ending dari sebundel cerita bahagia.

Coba kamu makan bakmi terenak sedunia. Awalnya, mungkin kamu menikmati. Rasanya enak banget karena bisa makan bakmi kesukaanmu setiap hari. Tapi setelah 2, 3, 100x kamu makan tiap hari dengan menu bakmi, apa masih terasa sama nikmatnya? Apa masih “Berasa pengen meninggal” secara kiasan atau “Pengen meninggal” beneran karena gak kuat?

Apa pun pekerjaannya, minumnya.. eh, maksud saya prosesnya, selalu repetitif. Selalu berulang dalam bentuk rutinitas. Dan yang namanya rutinitas, tentu saja…

BORING! Mbosenin.

Boring Stuff Pemain Bola

  1. Latihan pagi
  2. Latihan siang
  3. Latihan sore
  4. Latihan lagi
  5. Makan sehat (guys, mana ada makanan sehat yang seenak nasi padang?)
  6. Main bola dalam bentuk pertandingan resminya mah, paling dalam seminggu hanya ada 1–2 kali pertandingan

Boring Stuff Graphic Designer

  1. Baca, baca, baca brief klien
  2. Cari wangsit, mentok, ngemil/ngerokok/pokoknya stimulus penangkap ide kreatif
  3. Bikin, disuruh baca lagi, bikin lagi, digampar
  4. Bikin lagi, insecure, bikin lagi
  5. Revisi
  6. Revisi
  7. Repeat

Kalo gitu, masih penting gak sih kita kerja harus sesuai passion?

Sejauh ini, bekerja sesuai passion itu tetap penting. Bekerja sesuai passion itu mungkin boleh diartikan dengan mengerjakan pekerjaan yang item-item boring stuffnya setidaknya masih mampu kita toleransi (dan ini bersifat subjektif bagi masing-masing orang), boring stuffnya masih possible untuk dikendalikan, bukannya malah bikin masalah hidup baru.

Sebab rasanya hidup ini terlalu mahal jika setiap saat yang kita tunggu-tunggu hanyalah akhir pekan, padahal ada 5 hari yang harus kita penuhi. Bahkan rasanya 5 hari itu terlalu penuh mengisi relung kehidupan kita yang sepertinya takkan lama. Kalkulasi saja 5 hari dikali 4 dalam sebulan, kemudian dikali 12, terus dikalikan 24 jam. Berapa total jam waktu kita terbuang sia-sia selama setahun? Apa jadinya kalo sampai pensiun?

Jadi, apa pun pekerjaannya, FOLLOW YOUR BORING STUFF.[]

Pertama kali diunggah di feed Instagram yang dikelola oleh saya di @made.by.cepy. Diterbitkan kembali di blog ini dengan beberapa penyesuaian.

I write about design, pop culture, and lessons learned. Host of Keluar Rumah Podcast.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store